Ajik Ajik
Web Blog Undip Web Blog Undip

Calendar

May 2010
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Main

Categories:

Archives:


Links

Meta:


Menggali Potensi Aset di Desa

May 6, 2010
Filed under: Articel — ajiksujoko @ 12:47 pm

Setiap  daerah baik itu Kabupaten/Kota memiliki potensi aset yang berbeda-beda. Demikian pula di Kota maupun daerah pelosok (desa/dusun) pun memiliki potensi aset. Potensi aset tersebut dapat memiliki 4 nilai keuntungan ekonomi, sosial, budaya maupun politik. Wilayah desa merupakan wilayah yang masih mendominasi baik luas wilayah, jumlah penduduk di daerah Kabupaten.

Aset yang memiliki 4 nilai diatas sangat menguntungkan daerah setempat. Mungkin daerahnya dahulu begitu gersang, namun setelah ada penelitian ternyata daerah tersebut memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang berguna. Misal memiliki sumber cadangan minyak bumi, kapur, bijih besi, emas dll. SDA tentunya memiliki nilai aset ekonomi yang tinggi. Selain SDA, tiap daerah khususnya wilayah desa pasti memiliki banyak potensi yang memiliki nilai-nilai  di atas. Tinggal “pinter-pinternya” daerah mampu menggali potensi aset yang ada.Kencenderungan aset yang memiliki nilai ekonomi, sangat berpeluang diunggulkan di daerah termasuk wilayah desa.

Di wilayah desa bila dikaji dan diteliti memiliki keunggulan bila dibanding wilayah kota. Secara terperinci macam-macam wilayah desa kurang dipahami oleh penulis. Jikalau diamati perkembangan wilayah desa disini pun berkembang. Pada umumnya wilayah desa merupakan wilayah yang secara geografis adalah daerah pertanian dan masih memiliki udara yang bersih dan sehat jika dibanding wilayah perkotaan.

Wilayah desa dapat ditinjau dari wilayah administrasi, mata pencaharian penduduk, jumlah penduduk, dan bentuk geografis. Secara geografis, semula wilayah desa merupakan wilayah hutan. Karena  hadirnya menusia, wialayah hutan dimanfaatkan untuk pemukiman maupun berburu, berkebun,  dan bertani (sebagai sumber mata pencaharian). Karena jumlah manusia ini terus berkembang, maka pemanfaatan wilayah hutan ini pun berkembang sesuai kebutuhan manusia. Dari pemukiman rumah, sarana prasarana seperti jembatan dan jalan, sawah, kebun (jawa=”tegal/alas”) dll.

Secara administrasi, dahulu Kota sebelum menjadi daerah Kota pun semula adalah wilayah desa juga. Karena muncul berbagai definisi dan terminologi berkaitan dengan pemerintahan, maka istilah desa lebih condong masuk wilayah administrasi daerah Kabupaten. Sedangkan daerah Kota apabila ada wilayah dengan kondisi seperti desa di Kabupaten lebih condong memakai istilah Kelurahan. Istilah kepala desa atau kepala kelurahan pun bervariasi. Tergantung tiap daerah mamakainya, biasanya tergantung Perda masing-masing daerah.

Berdasarkan matapencaharainnya, pada umumnya wilayah desa dihuni oleh orang-orang dengan pencahariaan utama adalah bertani. Berdagang atau berkebun merupakan sampingan. Namun perkembangan sekarang, justru bertani sebagai besar menjadi mata pencaharian sampingan. Orang-orang desa sudah mulai beralih matapencaharian yang lebih menjanjikan dari segi ekonomi maupun sosial. Seperti bekerja di kota dengan di “laju” (istilahnya “commuter”) baik bekerja di pabrik, instansi pemerintah atau lainnya.

Jumlah penduduk di wilayah desa rata-rata masih sedikit, jika dibanding penduduk dengan definisi kota. Sehingga rata-rata orang desa memiliki rumah dengan pekarangan/halaman yang luas. Namun perkembangannya, pekarangan di wilayah desa pun mulai sempit seiring dengan didirikan bangunan maupun rumah.

Wilayah desa pun dapat ditinjau dari segi lainnya seperti hubungan sosial masyarakatnya. Sosial masyarakat di wilayah desa lebih cenderung paguyuban (artinya; hubungan kekeluargaan dan kegotongroyongan masih kuat). Namun seiring dengan perkembangannya, rasa paguyuban mulai berkurang dan malah mulai condong ke arah patembayan.

Dalam perkembangannya, dahulu banyak orang bermigrasi (pindah). Entah itu dengan cara transmigrasi maupun urbanisasi. Masa urbanisasi pun mulai mengalami pergeseran. Dahulu orang berurbanisasi untuk mendapatkan penghidupan yang layak dengan berbagai gaya hidup yang diiinginkan. Sekarang orang lebih condong mencari gaya hidup yang lebih sehat dan alami. Maka wilayah desa adalah tujuan kembali orang-orang yang menginginkan gaya hidup sehat alami tersebut. Buktinya, sudah banyak villa-villa di pegunungan, banyak orang kota lebih senang menghabiskan masa liburnya ke wilayah pegunungan yang notabennya adalah wilayah desa. Mencari lokasi agro-wisata pertanian sudah mulai diminati orang-orang kota. Entah itu untuk sekedar bersenang-senang atau menanam investasi.

Nah, dari pembahasan di atas, kiranya wilayah desa sekarang mulai bangkit dan dapat menggali potensi aset yang memiliki 4 nilai di atas. Setidak-tidaknya memiliki nilai ekonomi yang dapat dijual. Agro wisata di wilayah desa merupakan salah satu aset yang memiliki nilai jual. Agro wisata entah itu pertanian, perkebunan, pemancingan sudah mulai menjamur di berbagai wilayah desa. Memiliki aset yang memiliki nilai jual di wilayah desa harapannya penduduk desa tidak lari ke kota atau daerah lain. Sehingga mereka akan tetap mengembangkan desanya. Bukannya mengajari teruslah menjadi orang desa. Hanya mau bilang “kalau ingin hidup sehat dan hemat, tinggallah di desa”.

Share on Facebook

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. | TrackBack URI

Leave a comment

XHTML ( You can use these tags): <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> .

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

*


Sunflowers Theme by Pello Xabier Altadill Izura