Ajik Ajik
Web Blog Undip Web Blog Undip

Calendar

July 2010
M T W T F S S
« Jun   Sep »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Main

Categories:

Archives:


Links

Meta:


Wilayah Pesisir dan Tradisi Rob

July 7, 2010
Filed under: Articel — ajiksujoko @ 2:03 pm

Wilayah pesisir identik dengan daerah dekat pantai atau laut. Jika halnya demikian tidak jauh pendapat tersebut. Daerah yang memiliki pantai atau wilayahnya memiliki pesisir memiliki tantangan tersendiri baik itu berhadapan dengan lingkungan buruk (“bad environment”) pesisir maupun mengelola pesisir.

Banyak kejadian atau cerita mulai dari yang bersifat mistis sampai horor di wilayah pesisir. Misalnya ada tempat orang jawa “wingit”/angker. Ada pula yang cukup horor, sampai-sampai kalau melihat daerah tersebut menutup hidung atau harus menjinjingkan celana. Dari pasang naik sampai rob, dari kekumuhan sampai kesmrawutan, dari cerita kemiskinan sampai pemiskinan.

Salah satu tradisi yang hampir dialami daerah yang memiliki wilayah pesisir adalah rob. Entah itu rob cukup satu dua hari akan surut atau akan berminggu-minggu. Kalau kejadaian rob tersebut dialami daerah pesisir dalam beberapa dekade sekali dan itu rutin, betul juga jika disebut tradisi. Namun, bila hanya satu kali dalam semumur-umur, itu baru tanda-tanda akan mengikuti tradisi. Bahkan kalupun rob terjadi satu tahun sekali itu saja bisa disebut rob, biasa disebut tradisi rob tahunan. Apalagi setiap hari mengalami rob, itu biasa disebut tradisi harian. Ah, masak tradisi koq nyampe harian…??

Membahas rob, tidak akan lepas dari lingkungan. Toh, rob juga terjadi di lingkungan tersebut. Banyak aspek yang dapat dibahas mengenai rob. Dari tingkat sosial sampai politik. Terjadi rob tidak serta merta menyalahkan wilayah tertentu, daerah tertentu, kondisi alam tertentu, bahkan manusia dengan segala produk-produknya. Rob merupakan tantangan yang memang harus dihadapi  dan harus siap dibenahi.

Dalam teori bagi seorang “motivator”, bagaimana merubah tantangan menjadi peluang, dan peluang berubah menjadi keuntungan cukup relevan diterapakan disini. Menghadapi dan membenahi rob pun butuh teori yang relevan juga. Berbagai analisis dan teori menghadapi dan membenahi rob sangat bervariasi. Kalau untuk memecahkan masalah rob apalagi. Sangat bervariasi. Ah, itu teori….Ya, terkadang teori itu penting juga dan perlu. Namun, jika melihat kondisi rob yang tradisinya tiap hari, bukan hanya teori yang dibutuhkan, tapi juga praktek yang harus dikerjakan. “La wong mbendino rob koq malah podo kakean teori…” Bahasa cukup kasar orang jawa biasa nyebut “kakean cangkem”, “kakean teori” sampai “kakeane”.

Apa gak cukup satu / dua teori untuk  menghadapi dan membenahi rob ?. Bagaimana merubah tradisi rob yang notabennya sangat tidak menguntungkan menjadi tradisi yang sangat tidak merugikan. Itu minimal.

Kalau daerah tidak ingin berlama-lama dengan tradisi rob, mau apa lagi ? mau tunggu apa lagi ? Adannya perubahan / “movement” kalau perlu radikal untuk membenahi tradisi rob. Tipe perubah-perubah itu bisa dimiliki daerah yang memiliki visi merubah dari yang tidak menguntungkan menjadi tidak merugikan. Tidak hanya dari pimpinan daerah, namun juga masyarakat daerah tersebut. Sudahkan “mindset” merubah tradisi rob tersebut sudah dimiliki masyarakat sampai pimpinan daerah ?  Kalau angan-angan itu pasti semua memiliki….

???


Share on Facebook

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. | TrackBack URI

Leave a comment

XHTML ( You can use these tags): <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> .

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

*


Sunflowers Theme by Pello Xabier Altadill Izura