Ajik Ajik
Web Blog Undip Web Blog Undip

Calendar

October 2010
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Main

Categories:

Archives:


Links

Meta:


PKL, wruNG sEgO kuciNG dan Tongkrongan

October 7, 2010
Filed under: Cerita Bebas — ajiksujoko @ 11:03 am

Kian hari warung bertenda yang menjajakan nasi andalannya “sego kucing” banyak dijumpai di banyak tempat. Merebak atau menjamurnya warung-warung ini tidak hanya di kota-kota, namun juga masuk ke wilayah desa. Keberadaan warung penjual sego kucing (WSK = Warung Sego Kucing) justru dimulai dari wilayah kota dan malah di desa ikut-ikutan banyak orang yang membuka warung tersebut.

Hampir semua warung ini berada di pinggir ruas-ruas jalan yang ramai. Selain dirasa cukup kelihatan warungnya, tentunya harapan bagi penjualnya banyak penjaja makanan yang mampir. Entah itu sekedar melepas lelah, atau makan atau “nongkrong” atau pusat nongkrong alias “Tongkrongan Center / TC”. Mulai sore hari sampai malam bahkan sampai subuh, aktivitas WSK masih ada.

Nama “Sego Kucing” entah itu namanya yang memulai siapa duluan berubah menjadi lumayan tenar dan cukup “ngotani”. Kalayak orang kota dari tak berduit sampai berduit mengenal sego kucing. Meskipun cuman nasi satu bungkus + sambel teri atau + pindang atau lainnya cukup bisa mengisi kantong perut yang lagi kosong. Meskipun rasanya bagi orang berduit tidak begitu enak, namun bagi orang yang sedang lapar, nasi sego kucing terasa “enak”. Ya, tentunya jangan dibandingkan dengan Nasi Padang, Pizza Hut, KFC, Warteg, Soto Lamongan, Sate Madura, Bebek Goreng…

Begitu banyak WSK mengindikasikan sudah mulai banyak orientasi bisnis kecil-kecilan yang diminati PKL (Pedagang Kaki Lima). Mungkin ada pula yang beranggapan bisnis WSK kurang terjaga “higienis” makanannya, kurang bersih, kurang dan kurang ini itu….Barang kali sekarang kondisi WSK seperti itu kali. Namun ada orang juga yang memiliki banyak WSK dan omsetnya pun cukup menjanjikan. Wow…???? , Ah itu bagi yang sukses ceritanya. Namun bagi yang “failed” malah jadi “pailit”. PKL dengan WSK memiliki sisi yang memiliki dampak tergantung dari mana melihatnya.

Bagi PKL tentunya sangat menguntungkan baginya, karena bisa menjual dagangannya. Apalagi kalau WSK nya ramai, dan banyak omsetnya, itu harapan bagi PKL. Disisi lain WSK memiliki dampak kepada penjual makanan kecil-kecil lainnya. Biasanya PKL hanya bermodal “betah melek” / kuat tidak tidur dan mendirikan warung, namun “jajanan” atau makanan dengan cara “kulakan” atau disetori dari orang lain. Secara langsung PKL ini memberi pekerjaan bagi “penyetor” jajanan / snack atau sego kucing. “Penyetor jajanan” ini pun sangat diuntungkan dengan banyaknya WSK. Suatu keuntungan timbal balik antara PKL dan “Penyetor jajanan”.

WSK cukup identik dengan tempat “tongkrongan”. Hal ini wajar, memang selain mudah didapat warungnya, sudah banyak orang yang maniak makan “sego kucing”. Entah itu “kepepet” memang kuatnya beli “sego kucing” atau entah memang sekedar mencoba atau malah sudah menjadi penggemar berat “sego kucing”. Pada umumnya, selain kaum muda dan orang yang “cukup duitnya” sering mampir di WSK. Namanya anak muda kalau kumpul di WSK sambil ngobrol memang cukup mengasyikkan.

Peluang bisnis WSK bagi PKL ditinjau dari tempat nongkrong “tongkrongan” sebenarnya cukup menjanjikan. Mungkin dengan sekedar cukup teknologi sedikit, WSK bisa menarik penggemar berat penjaja “sego kucing”. Misalnya diberikan akses “hot spot” untuk internetan, Sudah ngetrend anak-anak kampus atau anak muda kalau berpergian bawa laptop/notebook. Kalau dibidik sasaran penjaja “sego kucing” seperti ini, tentunya memiliki nilai tambah bagi WSK. (Ah, itu kalo punya modal lebih. Lagian mana PKL yang hobi nge-Net…)……(cui….jaman sekarang PKL di WSK udah ber HP semua…masak teknologi internet / hot spot gak tau…..)…

Dampak lain dari WSK pun bisa dilihat dari segi kerapian tata ruang suatu wilayah. itu bukan hal yang klasik. Bukan hanya WSK atau warung tenda lainnya yang menjadi objek sasaran/ anggapan kesemrawutan suatu tata ruang wilayah, namun juga PKL itu sendiri juga menjadi sasarannya. Memang kalau melihat banyak WSK atau warung tenda lainnya hampir disetiap ruas atau sudut-sudut jalan di kota mungkin kurang begitu sedap dipandang. Namun dengan kondisi tersebut, bagaimana cara menangani kondisi yang sudah berjalan tersebut. Pinter-pinternya  penataan ruang wilayah dari setiap pemerintah daerah baik itu kota maupun daerah. Toh, dengan WSK atau warung tenda lainnya dapat mengurangi pengangguran…

Yo…bagi PKL yang punya WSK,…maju terus, berikan service kepada penjaja berat “sego kucing”, berikan service makanan yang sehat, terjaga kebersihannya dan murah…xixixixi……(di mana ya ada yang seperti itu…???!!?)

Share on Facebook

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. | TrackBack URI

Leave a comment

XHTML ( You can use these tags): <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> .

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

*


Sunflowers Theme by Pello Xabier Altadill Izura