Ajik Ajik
Web Blog Undip Web Blog Undip

Calendar

December 2011
M T W T F S S
« Oct   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Main

Categories:

Archives:


Links

Meta:


Ada apa dengan “serapan” dana keuangan yang rendah?

December 30, 2011
Filed under: Articel — ajiksujoko @ 9:01 am

Hampir di ujung akhir tahun semua instansi pemerintah membuat laporan, termasuk di dalamnya laporan keungan. Isu yang hampir sama yaitu serapan dana keuangan yang diberikan dipastikan tidak habis, bahkan hanya beberapa persen yang tercapai dari target pengeluaran. Di setiap instansi pemerintah pasti memiliki problem yang hampir sama. Entah itu cara “membelanjakan” uang negara yang begitu prosedural atau terlalu banyak dana yang tidak dipakai atau tidak dimanfaatkan sesuai alokasinya.

Menilik kembali bentuk “uang negara” yang diformulasi dalam DIPA. Ibarat memasukkan koin/pundi ke dalam botol-botol yang kemudian di tanam di dalam tanah. Mungkin itu logika berpikir mengenai DIPA yang mungkin dirasa kurang tepat. Bagaimana tidak ? Dana yang begitu besar dimasukkan dalam botol kemudian di tanam, hanya dapat diambil oleh pihak yang mampu mengeruknya. Siapa dia ? Ya tentu para penyedia barang/jasa atau rekanan/ pengusaha yang beruntung mendapatkannya. Mengapa demikian? Toh, kita dapat menilik dari prosedur “membelanjakan” uang negara untuk pembelian barang/jasa yang jelas diatur dalam Perpres No 54 Tahun 2010. Dan satu pertanyaan dari logika DIPA tersebut, apa bentuk tanah tersebut ?. Tak lain adalah kas negara. Mengenai bentuk kas negara di mana secara semu tidak ada sepeser rupiah dalam bentuk fisik. Lantas di mana bentuk fisik dana / uang tersebut? Ya tentu lembaga yang berfungsi menyimpan uang bukan?. Suatu konsep semu yang dirasa canggih era modern untuk perkembangan saat ini. Mengapa dirasa canggih? Tentunya dibalut dengan “aturan main” yang dibuat manusia itu sendiri.

Kembali  juga dalam proses pengajuan dan pengesahan DIPA, di mana banyak hal yang tidak terjamah oleh “legal formal”. Sangat dimungkinkan, banyak usulan pogram kegiatan yang didanai oleh uang negara dikawal oleh “broker” atau pencari keuntungan. Tentunya broker dalam mengusulkan program kegiatan, sebisa mungkin menghabiskan anggaran atau uang yang tersedia.  Siapa itu “the broker ?”. The broker bisa jadi belum atau tidak kelihatan kalau sudah terlaksana kegiatan “pembelanjaan” uang negara. Bahkan the broker dengan lihainya dapat menyembunyikan identitasnya.

Menilik pula pada laporan keuangan instansi pemerintah di setiap bulan pada awal tahun anggaran. Serapan dana keuangan instansi pemerintah yang begitu kecil. Bahkan setelah di akhir tahun pun dana yang terserap atau “dibelanjakan” tidak bisa habis. Bila mengkaji dari uraian sebelumnya, sudah  terasa ada seperti benang merah yang masih belum jelas, namun hanya memprediksi pihak yang “sangat-sangat” diuntungkan dibalik serapan dana instansi pemerintah. Siapa mereka ? ya tentunya sudah jelas menurut penilaian Anda.

Bukannya mau “sok benar” dan “asal tuduh”, namun dalam suatu proses keuangan itu semua bisa diatur baik dalam tingkat teknis, aturan maupun politik. Para pihak saling memiliki nilai tawar dan posisi nilai tawar /“bergaining position”. Namun yang jelas , siapa yang memiliki keduanya lebih tinggi, maka ia yang akan banyak merapun hasil atau benefit dari berbagai tawaran dan posisi tawar.

Lantas ada apa dengan “serapan” dana keuangan yang rendah ? Sudah jelas bukan …???

Share on Facebook

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. | TrackBack URI

Leave a comment

XHTML ( You can use these tags): <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> .

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

*


Sunflowers Theme by Pello Xabier Altadill Izura