Ajik Ajik
Web Blog Undip Web Blog Undip

Calendar

May 2012
M T W T F S S
« Dec   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Main

Categories:

Archives:


Links

Meta:


Profesional, Menang Tender dan Penghargaan Jasa Konsultan

May 10, 2012
Filed under: Articel — ajiksujoko @ 8:53 am

Antara keahlian seorang jasa konsultansi “identik dengan profesional”, kadangkala tidak sebanding dengan penghargaan yang ia terima. Hal tersebut seringkali dan kerap kali terjadi dalam berkompetisi “menyalurkan” keahliannya sebagai profesi jasa konsultan. Tak terkecuali dalam dunia jasa konsultansi perencanaan dan pengawasan bangunan/gedung, jalan maupun lingkungan.

Mengapa penghargaan yang diterima oleh seorang ahli/ekspert jasa konsultansi perencanaan/pengawasan bangunan/gedung, jalan maupun lingkungan kurang begitu mendapat penghargaan “khususnya materi” (yang dapat dinilai dengan uang)? Apakah yang menyebabkan hal demikian karena kompetisi mendapatkan suatu proyek/job konsultan ?

Memang dalam dunia konsultan memiliki semacam asosiasi atau organisasi. Dimana asosiasi atau organisasi tersebut memiliki peran yang memperjuangkan para konsultan di kancah berkompetisi mendapatkan proyek/job sebagai konsultan, maupun dihadapan pemerintah. Mereka, para konsultan selain sebagai mata pencahariaan atau mungkin sebagai “sambilan” berharap banyak mendapatkan proyek/job konsultan baik di instansi pemerintah/swasta.

Khusus dalam berkompetisi di instansi pemerintah, para konsultan sudah tentu dihadapkan pada aturan yang sudah berlaku umum. Perpres No 54 Tahun 2010 didalamnya mengatur tender pemilihan jasa konsultansi, baik metode, penilaian, evaluasi dan lainnya.  Hal yang sering terjadi dan mungkin banyak ditemukan di berbagai instansi pemerintah dalam memilih jasa konsultansi adalah harga penawaran yang begitu rendah. Khususnya dalam memberikan harga personil Tenaga Ahli. Entah itu strategi agar menang dalam tender atau yang lainnya tentunya itu urusan konsultan sendiri.

Pemerintah , khusunya tiap Pemerintah Daerah (Pemda) sebenarnya juga sudah memberikan regulasi mengenai tarif  harga personil sebagai tenaga ahli. Biasanya dapat dilihat dalam tabel Standart Harga Pemerintah Daerah setempat. Asosiasi dari jasa konsultansi seperti Inkindo juga memberikan billing rate harga personil sebagai tenaga ahli. Di mana harga harga yang dikeluarkan pemerintah daerah juga Inkindo bisa dijadikan Rencana Anggaran Biaya dan Harga Perkiraan Sendiri.

Namun, terlebih dalam praktek pelaksanaan tender, harga yang ditawarkan oleh konsultan rata-rata cukup jauh dari harga standar Pemda ataupun Inkindo itu sendiri. Memang sangat menguntungkan “menghemat anggaran” bagi instansi pemerintah pengguna konsultan yang memberikan harga rendah . Namun di sisi lain, penghargaan bagi konsultan itu sendiri perlu dipertanyakan? apakah sudah layak kah ?

Penghargaan tentunya korelasinya dengan keahliannya sebagai profesi. Suatu pertanyaan yang muncul, bagaimana seorang konsultan dihargai dengan Rp yang sedikit, dapat melaksanakan beban / tanggung jawab besar dalam pekerjaan yang membutuhkan profesinya ? Kalau pekerjaan tersebut di instansi pemerintah, kira-kira mampukah konsultan bekerja secara independen dan profesional?

Share on Facebook

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. | TrackBack URI

Leave a comment

XHTML ( You can use these tags): <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> .

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

*


Sunflowers Theme by Pello Xabier Altadill Izura