Ajik Ajik
Web Blog Undip Web Blog Undip

Calendar

May 2012
M T W T F S S
« Dec   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Main

Categories:

Archives:


Links

Meta:


Ora mung biso njawab, tapi yo biso nanggung

May 31, 2012
Filed under: Cerita Bebas — ajiksujoko @ 9:32 am

Memilih pemimpin atau pun memimpin itu tidak mudah. Memang kalau idealnya seorang pemimpin “harus” seperti ini/itu dan lain sebagainya. Syarat dan sangat subjektif. Namun barang tentu sudah menjadi fitrahnya, manusia adalah menjadi pemimpin. Minimal memimpin dirinya sendiri. Berkembang lagi memimpin keluarganya atau umatnya atau suatu organisasi bahkan negara.

Menjadi pemimpin bermodalkan pikaran / otak smart dan “pintar” berbicara sebagai modalnya. Bahkan sudah mengantongi titel / gelar dari Perguruan Tinggi, Sarjana atau lainnya. Katakanlah memiliki Intelektual dan Intelegensi yang bagus. Memimpin kalau mengandalkan kecerdasannya / kepintarannya bukan menjadi jaminan keberhasilan kepemimpinannya. Mereka hanya mengejar nafsu/ambisinya, memecahkan masalah dengan logika atau aturan yang “baku” dan “kaku”. Begitu dan harus “profesional” adalah alasan memutar balikkan jawaban dari seorang pemimpin yang mengandalkan logika berpikir yang sebenarnya mungkin ia sendiri tidak profesional. Tidak memberikan kepuasan batin terhadap bawahannya. Maka tidak heran, muncul banyak kasus, perselisihan antar bawahan/umat/rakyat. Penembakan yang dilakukan oleh sorang polisi kepada atasannya. Pembunuhan yang dilakukan pembantu rumah tangga  terhadap majikannya. Seorang anak atau istri membunuh sang suami. Demo “anak bangsa” terhadap sang “pemimpinnya”. Demo karyawan menuntut gaji/upah terhadap perusahannya.

Modal seorang pemimpin perlu dilengkapi memiliki “keterikatan emosional” dengan rekan maupun bawahannya. Mengapa demikian? Kalau pemimpian sudah memiliki keterikatan emosional dengan bawahannya barang tentu setiap jawaban maupun pemecahan masalah terhadap bawahannya memberikan kepuasan batin, “nguwongke”. Sebagai misal, seorang suami yang diminta oleh sang istri untuk membelikan sekaleng susu untuk anaknya. Bagaimana jawaban sang suami terhadap istrinya bila saat tersebut tidak memiliki sepeser uang? Tentu kembali kepada sang suami itu sendiri. Apakah hanya  bermain logika atau memecahkan masalah yang memberikan kepuasan batin terhadap sang istrinya. Seperti demo sebuah karyawan terhadap perusahaan yang menuntut gaji / upah dengan alasan gaji / upah tidak layak. Apakah jawaban yang diberikan sang pemilik perusahaan akan memberikan jawaban “Kaliyan kan sudah dibayar sesuai UMR dan sesuai upah lembur”?

Memang pemimpin memiliki tanggung jawab terhadap bawahannya. “Ora mung biso njawab tapi yo biso nanggung”. Ngerinya gak bisa jawab tidak bisa nanggung…Kalau bisa nanggung tapi gak bisa jawab ?…..Memang sulit dan bahkan langka ditemui seorang pemimpin yang dapat memberikan jawaban dan menanggung umat/bawahan/rakyatnya. Itu baru urusan duniawi, belum urusan ukhrowi…Mau nanggung ndonyo akhirot ?….

 

Share on Facebook

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. | TrackBack URI

Leave a comment

XHTML ( You can use these tags): <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> .

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

*


Sunflowers Theme by Pello Xabier Altadill Izura