Ajik Ajik
Web Blog Undip Web Blog Undip

Calendar

February 2013
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728  

Main

Categories:

Archives:


Links

Meta:


Seni ku, Budaya ku….Matikah..?

February 20, 2013
Filed under: Cerita Bebas — ajiksujoko @ 9:23 am

Sempat kulihat di perempatan / persimpangan jalan daerah Semarang selatan. Ada juga di perempatan ruas jalan alternative daerah Ambarawa. Entah ada lagi di mana…., mungkin masih banyak lagi….Entah itu orang bilang namanya pengamen, atau main “reog”/kuda lumping……Pernah mendengar dua pengamen dengan modal gitar kecil dan ketipung “ala kapoera” di dalam angkutan bus  kota menyanyikan syair lagunya….menerangkan ”..bahwa ia seorang seniman jalanan…”

Pernah juga kulihat pertunjukan pentas musik jalanan yang pesertanya para pengamen jalanan/bus kota. Kalau tidak salah ada di daerah Semarang bawah…dan kalau tidak salah lagi kalau penyelenggaranya mahasiswa suatu Perguruan Tinggi di Semarang…Dengan menyajikan nuansa lagu dan music dari berbagai instrument music dari yang klasik sampai yang sederhana..dari “icik-icik, gitar kecil “kentrung” sampai gitar beneran, ketipung dari bahan pipa pvc sampai dengan berbahan kulit dan kayu…Ya sangat variatif. Seru dan malah “enak” didengar lagunya….dari lagu daerah sampai internasional…..Kreatif…….

Lain lagi,,,pernah juga melihat pertunjukan kuda lumping di pelosok desa sebagai “tanggapan” orang yang mempunyai “hajatan”…Hajatan mengkitankan anaknya…Lumayan antusias orang disekitar berbondong melihat pertunjukan tersebut. Banyak pedagang kecil/asongan menjajakan jajanan/jualannya…dari mainan anak-anak sampai pakaian anak-anak..Bahkan celana dalam dan Bra pun tak ketinggalan tersedia….dari Gethuk goreng dari ketela sampai sate kambing, meskipun sedikit dagingnya…tersedia juga arena judi yang dipimpin oleh seorang “blandar”…,,Konon para petaruh agar tidak kalah di arena itu punya trick wasiat orang tua jaman dulu…Dia harus duduk beralaskan daun talas…E;e;e ternyata trick kayak gitu juga warisan orang tua jaman dulu….

Pernah juga melihat pertunjukan berbagai seni di suatu pondok pesantren di Magelang,,…ada wayang kulit, pentas musik band, ketoprak, kuda lumping dan berbagai seni lainnya dari daerah-daerah….konon pertunjukan itu satu tahun sekali..atau mungkin berapa tahun sekali gak tau lah…ribuan orang memadati pondok pesantren tersebut…Tentunya bagi orang awam seperti saya, tidak tau maksud dan tujuan hakiki pertunjukan berbagai seni tersebut di suatu pondok pesantren…

Sejarah membuktikan era penyebaran agama Islam di Indonesia,,,banyak ulama yang menggunakan seni sebagai media dakwahnya…seni rebana, seni wayang kulit…seni wayang orang,,,dan berbagai seni lainnya…..Seni meminjam dari Wikipedia ……………“Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreativitas manusia. Seni juga dapat diartikan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan.”…..Tentunya karena unsur keindahan itulah yang menarik manusia ingin melihatnya..

Seni musik pun sangat berkembang dengan pesat…dari “langgam jawa”, keroncong, dangdut, pop, disco, rock…(“rock men…rok..rok………………….Eh…rock”) dan lainnya. Karena seni ini diciptakan oleh manusia tentunya hasilnya juga mengikuti perkembangan peradaban manusia itu sendiri….Peradaban manusia juga menciptakan budaya…Meminjam lagi dari Wikipedia….” Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni”……….Jadi, bukan menjadi alasan untuk berargumentasi bagi sesama “human” …memang budaya yang ada sekarang mencerminkan dari unsur-unsur pembentuknya….Seni jaman dahulu tentunya akan membentuk budaya jaman dulu..yang tentunya dianggap moderan kala itu jika dibanding seni sebelumnyna….Mungkin juga seni jaman sekarang yang kita anggap modern untuk saat ini akan membentuk budaya yang kita anggap modern saat ini…Bisa juga muncul anggapan budaya yang lampau dari unsur karya seni yang lampau dianggap sudah ketinggalan,,,”jadul” …tidak pas…primitive…dan lain sebagainya…dan tergantung anggapan masing-masing human..

Ada juga hasil seni orang jaman dahulu yang sangat menakjubkan bagi manusia jaman sekarang…bahkan mampu bertahan sampai ratusan bahkan ribuan tahun….misal..piramida di Mesir, Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan yang lainnya.

Bagi “ABG” kayak sekarang mungkin lebih banyak yang tertarik akan keindahan music pop,,,apalagi lagunya nge-hit,,,dan mengenang sepanjang masa bagi si ABG…bagi ABG Ketertarikan dengan seni lain semacam wayang kulit , seni kuda lumping kayaknya sudah langka…Lain dengan orang –orang “sepuh” era kemerdekaan…mungkin beliau-beliu lebih tertarik dengan music dan seni yang bernuansa perjuangan….tentunya menjadi pertanyaan… Apa seni musik jaman sekarang tidak ada yang bernuansa perjuangan kakek ?….Apa budaya anak jaman sekarang tidak seperti kakek-kakek kita yang memperjuangkan kemerdekaan…? sekali lagi bukan menjadi alasan untuk berargumentasi bagi sesama “human”…Ah….karya seni hanya sebagian unsur pembentuk kebudayaan….

Kembali ke awal, mengapa bisa muncul pengamen jalanan, pemain kuda lumping di perempatan jalanan…? Tentunya kalau mau pilih-pilih….siapa yang mau menjadi pengamen jalanan seperti mereka yang terjun di dalamnya. Atau siapa yang mau menjadi pemain kuda lumping di perempatan jalanan itu..?…Suara pengamen menyerukan…”bukan salahku menjadi pengemen,,,namun salah bundaku mengandungku”….ada lagi….”hanya modal ijasah, tak bisa mencari kerja…..”,,….”pemerintah tak bisa menyediakan lapangan kerja bagiku”…dan masih banyak syair lagu yang mencerminkan “kesalehan sosial”… Kesalehan apa kesalahan sosial…?

Apa yang memang serumit budaya menurut Wikipedia…?

Tentunya sangat dan sangat diharapkan, ada mahasiswa yang menyelenggarkaan pertunjukan pentas musik jalanan,,ada pondok pesantren yang memberikan dukungan berbagai seni dapat tampil / pentas,,,ada orang yang memiliki hajatan untuk menanggap berbagai seni dari daerah. Dan mungkin lagi keberadaan karya seni lainnya yang bisa ditunjukkan …Tentunya kalau melihat seni-seni bertebaran di Nusantara sungguh indah..semoga seni ku, budaya ku tidak mati….

Share on Facebook

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. | TrackBack URI

Leave a comment

XHTML ( You can use these tags): <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> .

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

*


Sunflowers Theme by Pello Xabier Altadill Izura