Ajik Ajik
Web Blog Undip Web Blog Undip

Calendar

March 2015
M T W T F S S
« Dec   Aug »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Main

Categories:

Archives:


Links

Meta:


Banyak Yang Cinta Damai, Tapi Perang Semakin Ramai

March 2, 2015
Filed under: Cerita Bebas — ajiksujoko @ 3:45 pm

Ketika mendengar sebuah lagu qosidah yang syairnya ada lirik  “banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai”, malah teringat kejadian yang baru update di wilayah konflik seperti tim-teng (timur tengah). Kalau menilik sejarah perang, memang peradaban dan taktik perang adalah hal yang kuno. Sebelum manusia pertama diciptakan dan diturunkan di muka bumi (Nabi Adam AS), manusia ini sudah ditantang oleh “Begawan” kejahatan nomor wahid, yaitu  iblis. Tantangan iblis adalah menyesatkan manusia. Bahkan tantangan ini ditujukan kepada Tuhannya iblis.

 Inilah iblis, meskipun mengakui Allah adalah tuhannya, namun ia berani membangkang kepada tuhannya. Kalau manusia mungkin dan tentu beda lah. Ada yang mengaku bertuhan tapi berani membangkang, ya…seperti dan mirip-mirip iblis (hanya saja bahan bakunya beda), ada yang tidak mengakui ada tuhan dan tidak ada yang dibangkangi (la….tidak menganggap adanya tuhan), ada yang mengakui adanya tuhan dan tidak berani membangkang-Nya (semoga digolongkan dalam golongan ini…amiin). Tujuan pembangkangan iblis adalah mengajak manusia masuk ke neraka untuk menemaninya. (Semoga kita diselamatkan dari kejahatan iblis dan bala tentaranya). Ketika di Surga secara fisik, iblis kelihatan, namun ketika di dunia, iblis yang menjadi musuh nyata manusia tidak kelihatan.

 Apabila perang dengan musuh yang kelihatan itu mungkin hal yang biasa dan bisa mengukur kemampuan dan taktik perang. Namun perang melawan musuh yang tidak kelihatan merupakan hal yang sangat berat. Perang jaman dahulu mungkin secara fisik, orang akan saling berantem dan membunuh dengan senjata yang mereka pakai. Entah itu pakai senjata berbentuk panah, tombak atau pedang. Era kemajuan tenologi pun berubah jenis senjata yang dipakai oleh manusia. Mulai jenis pistol, senjata api, bom, nuklir, bahkan lewat virus yang mematikan. Memang dalam peradaban manusia selalu diiringi dengan perang. Merubah peradaban tersebut banyak yang ditempuh melalui jalur perang. Terkadang juga terbesit pemikiran, hasil peradaban manusia digunakan untuk berperang. Hasil peradaban baru adalah hasil perang.

 Dari orang “sepuh” banyak yang mengatakan perangnya manusia sejati adalah perang melawan hawa nafsu. Tentunya fasilitas yang diberikan manusia berupa nafsu ini diperangi, dalam artian nafsu ini perangi untuk dikendalikan. Konon, pemantik/pemicu nafsu bergolak dalam diri manusia adalah godaan iblis. Inilah yang disebut perang besar, yaitu perang memerangi hawa nafsu. Tentunya kondisi dan keadaan manusia satu dengan lainnya berbeda. Jangankan orang sudah tumbuh dewasa, ketika masih bayi saja, ada naluri berperang dengan sesama bayi. Misalnya ketika dua bayi didekatkan dan diberi satu jenis permainan dari sang ibu, pada umumnya kedua bayi tersebut akan berusaha memperebutkan permainan tersebut. Tanpa disadari oleh kedua bayi, mereka akan saling bergulat bahkan saling pukul untuk mendapatkan permainan tersebut. Tidak hanya bayi, anak kecil pun bahkan orang dewasa ataupun orang tua akan berbuat seperti bayi untuk memperebutkan sesuatu yang juga menjadi incaran pihak lain. Tentunya metode untuk memperebutkan sesuatu tersebut adalah tergantung nalar dan kemampuan masing-masing.

 Hal di atas adalah gambaran manusia dalam lingkup kecil. Seperti halnya dalam hubungan antar warga, daerah, bahkan antar negara juga sering mengalami hal demikian. Dalam berhubungan internasional, perang adalah langkah paling akhir untuk menyelesaikan masalah antar Negara.

 Sumber perang memang tidak hanya satu penyebab. Di dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Perang, Penyebab terjadinya perang di antaranya adalah:

  • Perbedaan ideologi
  • Keinginan untuk memperluas wilayah kekuasaan
  • Perbedaan kepentingan
  • Perampasan sumber daya alam (minyak, hasil pertanian, dll)

 Entah itu dari sumber penyebabnya, perang sepertinya tidak akan punah selama manusia itu ada. Suatu pertanyaan yang menarik, sebenarnya dengan perang itu apakah manusia itu sedang dalam proses menuju kemajuan peradabannya atau sedang dalam penurunan peradabannya ataukah manusia mencapai puncak peradabannya ? Lantas akan timbul pertanyaan, peradaban manusia seperti apakah dan bentuk puncak peradaban manusia yang seperti apa ?  Aah, ada hubungannya atau tidak….jangan bikin pusing.

 Ketika hampir semua bentuk negara di belahan dunia di dominasi berbentuk kerajaan, perang antar kerajaan, antar suku, antar ras, antar agama, antar golongan kerap dan sering kali terjadi. Meskpiun dalam praktiknya, perang sudah teruji dan terjadi, banyak juga perang yang masih melanda di belahan dunia sampai detik ini. Mungkin kalau ditanya, sebenarnya mereka itu yang berperang bosan gak dengan berperang ? atau rela mati ? ataukah bosan hidup ? ataukah demi kedamaian ? atau demi peradaban baru ? ataukah memang senang berperang ? atau mungkin menurut catatan dalam sejarah perang ini sudah berlaku dalam praktik kehidupan, dan akan terus berperang hanya akan melanggengkan sejarah agar perang tidak berakhir.

 Bahkan era yang menggunakan teknologi serba canggih (untuk ukuran sekarang) jenis senjata akan selalu berkembang pesat untuk mengakomodir kebutuhan perang. Bagaimana mengefisienkan penggunaan senjata dengan memaksimalkan kehancuran musuh. Tentu dengan teknologi bisa dimungkinkan. Perusahaan pembuat senjata canggih pun semakin gencar memproduksi dan menawarkan peralatan pembunuh masal. Bagaimanapun perusahaan akan selalu mengincar konsumen agar produknya laku. Bisa dibayangkan apabila manusia berperang hanya menjadi konsumen perusahaan senjata. Manusia dianggap mesin penghancur bagi sesamanya. Meskipun naluri alami manusia suka akan kedamaian, namun perang seperti sudah menjadi kebutuhan. Susahnya kalau perang menjadi kebutuhan, maka senjata / mesin penghancur sudah pasti mutlak dibutuhkan.

 Maraknya penjualan senjata perang dipergunakan dan sebagai alasan untuk perlengkapan ketahanan negara. Negara satu membutuhkan senjata, negara satunya membutuhkan uang atau pun barang lain senilai senjata tersebut. Seperti di film saja. Banyak mafia penjualan senjata baik illegal maupun legal yang menawarkan senjata canggih kepada negara atau kelompok atau militan, atau suku tertentu. Kemudian antar tentara atau pun kelompok atau suku saling berperang dan pada akhirnya mati terbunuh. Kemudian para mafia ini hanya tertawa dan tersenyum menikmati hasil penjualan senjata. Seperti iblis yang berhasil menggoda manusia mengikuti keinginannya.

Kalau meruntut peristiwa dan awal muawal pembangkanan iblis dan kejadian manusia, tentu yang pertama kali membangkang adalah iblis. Dalam dunia beneran, iblis adalah musuh beneran manusia. Jikalau ada orang/kelompok/Negara yang memulai perang duluan, mungkin mirip seperti gambaran di atas. Seperti iblis yang memulai perang terhadap manusia. (Semoga kita digolongkan menjadi hamba yang mukhlis dan tidak tersesat bujuk rayu iblis, menjadi hamba yang cinta damai). 

Dari uraian di atas, perlunya dicermati bagi Negara yang suka cinta damai, hendaknya jangan tergoda dengan rayuan mafia dan negara lain yang mencoba menawarkan perang. Berbagai macam negara lain gunakan agar kita terpancing dan mau berperang.

Share on Facebook

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. | TrackBack URI

Leave a comment

XHTML ( You can use these tags): <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> .

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

*


Sunflowers Theme by Pello Xabier Altadill Izura