Ajik Ajik
Web Blog Undip Web Blog Undip

Calendar

April 2018
M T W T F S S
« Jan    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Main

Categories:

Archives:


Links

Meta:


Cerita Ceria dan Derita Utang di Bank, dan Rancangan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

April 5, 2018
Filed under: Articel — ajiksujoko @ 2:30 pm

Apakah anda pernah pinjam /utang uang di bank ? kalau ya tentu anda memiliki pengalaman seluk beluk berhutang di bank. Jika belum, saya sarankan; jangan pernah. Tidak hanya bagi pegawai negeri yang gemar utang di bank, pengusaha juga tidak kalah. Pernah suatu hari, rekanan yang telah melalui proses pengadaan dan sudah sampai tahap penandatanganan kontrak menemui saya. Berujar rekanan tersebut, “Pak kalau kontraknya sudah ditandatangani PPK, saya minta copian satu ya”. Saya jawab “tidak usah yang kopian, yang asli satu itu kan milik Bapak. Kan kontraknya dibuat dua asli, untuk arsip sini  satu dan satu lagi buat rekanan”…..”Maaf, mau saya ajukan ke bank buat “tambah-tambah” dana”, imbuhnya..

Saya pikir, eh ternyata laku juga kontrak pengadaan barang/jasa “disekolahkan” di bank. Tidak hanya SK PNS saja yang laku buat jaminan “sekolah” di bank. Memang kalau tidak butuh dana / uang, tidak perlu bantuan bank, tapi dalam kondisi tertentu “alis kepepet bin sangat butuh” memang jalan/alternatif ke bank tidak dapat ditolak. Hal ini saya rasa dialami para “praktisi utang” di bank. Memang wajah kelihatan ceria dan sangat ceria sekali, ketika pinjaman (“utangan”) dari bank turun alis keluar. Mungkin keceriaan ini untuk membayar ketika berproses pengajuan pinjaman dengan seluk beluk atau prosesi hutang di bank cukup mendebarkan. Bagaimana tidak? harapan disetujui pinjaman dan proses tandatangan bukti pinjaman utang yang harus diparaf/tandatangani di tiap lembarnya.

Aaah, itu kan hal biasa bagi “praktisi utang”. Bagi praktisi utang di bank, rasa kepepet mungkin bisa terjadi berulang. Bisa jadi pengusaha yang biasa menerima fresh money di awal pinjaman, akan merasa resah dan menjadi menderita, tatkala pengembalian/angsuran tidak lancar. Sekali lagi, itu hal biasa yang dialami praktisi utang di bank.

Menarik dari cerita di atas, tidak akan membahas panjang lebar mengenai ceria dan derita para praktisi utang di bank. Hanya saja mengambil “istilahnya hikmah”…yang saya kaitkan dengan pengadaan barang/jasa pemerintah. Memang tidak ada kaitannya.

Proses pinjam atau utang di bank tidak akan lepas dari dokumen yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. Satu pemberi pinjaman dan satunya peminjam. Dokumen yang biasa ditandatangani oleh kedua belah pihak ini biasa disebut perjanjian hutang, mungkin populernya di perbankan “perjanjian kredit”. Menurut saya bank lihai dalam memberikan pinjaman bagi peminjam atau nasabahnya. Bagimana tidak? Nasabah / peminjam utang alias debitur tinggal tanda tangan atau kasih paraf di tiap lembar perjanjian kredit yang disodorkan karyawan bank, sebagai tanda bahwa debitur sudah tahu isi perjanjian kredit meskipun sebenarnya mungkin tidak sempat membaca isinya. Tanpa protes para debitur dengan sukarela menandatangani perjanjian kredit. Perjanjian kredit berlaku manakala sudah ditandatangani kedua belah pihak, jika perjanjian kredit belum diisi identitas para pihak atau substansi lainnya itu disebut rancangan perjanjian kredit. Nah rancangan perjanjian kredit inilah yang biasa sudah dibakukan oleh bank.

Dari uraian di atas, bukanya mengadopsi sistem di bank, hanya saja flashback dan koreksi diri di dalam proses pengadaan barang/jasa pemerintah. Apakah dokumen pemilihan yang sudah disampaikan dalam proses lelang /tender atau seleksi, sudah di cek / koreksi kembali, khususnya dalam hal rancangan kontrak. Sebelum jadwal akhir pemasukan penawaran atau ketika pemberian penjelasan, masih bisa dilakukan perubahan atau penambahan dalam redaksi/klausul rancangan kontrak. Sebagaimana diketahui rancangan kontrak ditetapkan oleh PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) sebelum proses lelang /tender atau seleksi. Dengan rancangan kontrak yang termuat dalam dokumen lelang /tender atau seleksi, maka akan menjelaskan skema bentuk kontrak yang akan ditandatangani penyedia/rekanan. Dari kejelasan skema kontrak tersebut akan menentukan apakah penyedia / rekanan akan memberikan penawaran atau tidak. Dengan rancangan kontrak yang jelas, tidak ada diskriminasi para penyedia/rekanan, selain sudah menjadi ajang kompetisi. Perlu diketahui, setelah ajang kompetisi (proses lelang /tender atau seleksi), dilarang merubah skema kontrak dalam kontrak. Misalnya dalam rancangan kontrak, substansi cara pembayaran menggunakan lumpsum dirubah menjadi harga satuan dalam kontrak yang ditandatangani. Contoh lain yang tidak diperbolehkan seperti; uang muka tidak diberikan dalam rancangan kontrak, kemudian diberikan dalam kontrak, pengenaan denda keseluruhan dari nilai kontrak menjadi bagian kontrak yang belum selesai dan seterusnya.

Rancangan kontrak memiliki peranan yang penting karena rancangan kontrak ini nantinya akan menjadi kontrak yang berlaku antara PPK dengan Penyedia/Rekanan. Adanya perselisihan pengadaan barang/jasa pemerintah yang mendasarkan pada kontrak, tentu akan kembali pula bagaimana rancangan kontrak tersebut dibuat. Meskipun jujur saja, mungkin hanya sekian dari dokumen lelang/tender atau seleksi telah dibuat rancangan kontrak yang baik. Dan masih tidak kalah, ternyata sebagian besar penyedia/rekanan metode ketika ikut lelang /tender atau seleksi seperti mencari utangan di bank. Maksudnya rancangan kontrak yang ada dalam dokumen lelang /tender atau seleksi tidak dibaca.

Kata Pak Mudjisantoso “Sang Begawan Pengadaan”, “Lebih baik berselisih di awal dari pada berselisih di akhir” maksudnya, “luwih apik geger neng ngarep ketimbang geger neng mburi”..intinya kalo sudah kontrak apa boleh buat?.

 

Share on Facebook

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. | TrackBack URI

Leave a comment

XHTML ( You can use these tags): <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> .

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

*


Sunflowers Theme by Pello Xabier Altadill Izura