Ajik Ajik
Web Blog Undip Web Blog Undip

Calendar

June 2018
M T W T F S S
« Apr    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Main

Categories:

Archives:


Links

Meta:


Hilang dan Melemahanya Nilai “Goods”

June 7, 2018
Filed under: Cerita Bebas — ajiksujoko @ 2:35 pm

Hilang dan Melemahanya Nilai “Goods”

Bagaimana “goods” ini bisa hilang nilainya ? Namanya juga barang kalau hilang barangnya tentu akan hilang pula nilainya. Bagaimana kalau barangnya masih ada namun sudah hilang nilainya atau mungkin surut  atau melemah nilainya. Mungkin dalam hidup ini juga ada hal yang aneh dan kurang logis. Bagaimana tidak ? Ketika punya uang banyak kita tak mau dan mampu membeli barang yang kita inginkan, karena merasa belum butuh akan barang-barang tersebut. Ada juga, ketika kita punya hanya sedikit uang kita mampu membeli barang-barang yang kita ingingkan karena kebutuhan maupun keinginan. Meskipun dengan rela berhutang, toh akhirnya kita mendapatkan barang tersebut. Hal yang aneh tersebut memang kita tidak bisa memprediksi datangnya uang kepada kita atau kapan kita mendapatkan uang tersebut.

Ada juga fenomena menjelang hari-hari besar baik yang bersifat keagamaan maupun nasional. Ketika menjelang lebaran idul fitri misalnya, banyak kebutuhan harga pokok naik. Dan memang menjadi kebutuhan banyak orang, meskipun harga kebutuhan pokok ini naik, habis pula barang-barang kebutuhan pokok ini di pasaran.

Sekedar logika mengenai rupiah. Rupiah, mata uang yang kita pakai 20 tahun yang lalu, meskipun nilainya sedikit, memberikan nilai tukar yang besar. Ketika tahun 1990 an saja, saya naik angkutan umum dari desa saya ke kota cuma  membayar 100 rupiah. Sekarang, 2013 ongkos naik angkutan umum  mencapai 3000 rupiah. Kurang lebih 23 tahun tarif angkutan umum cukup fantastis. Tahun 1990 an saya membeli sepiring bubur berlaukkan tahu dan tempe hanya 100 rupiah. Tahun 2013, mungkin harga bubur tersebut sudah mencapai kurang lebih 2000 rupiah per piring. Nilai tukar rupiah tahun 1990 an memang sudah berbeda dengan tahun 2013. Dan yang pasti,  nilai tukar  rupiah ini akan terus bertukar dan bertukar, entah itu melemah atau menguat. Apa dengan melemahnya nilai tukar uang yang kita miliki akan melemah pula nilai “goods” ? Tahun 1990 an dan 2013 saya tetap mendapatkan angkutan umum dengan nilai atas tarif yang berbeda. Malah kenaikan nilai atas tarif angkutan umum yang saya dapatkan. Saya mendapatkan sepiring bubur dengan porsi yang sama dengan nilai atas bubur yang tidak sama. Berbanding terbalik, dengan melemahnya nilai tukar rupiah, akan menjadikan nilai atas “goods” naik. Tentunya karena ketidakpastian nilai tukar rupiah maka mempengaruhi ketidakpastian nilai “goods”.

Tentunya gambaran logika di atas tidak serta merta menjadi kesimpulan yang benar. Hal lain misalnya, ketika orang butuh uang. Selang satu hari ia menjual hand phone yang ia beli seharga 1 juta rupiah. Ia jual 500 ribu rupiah misalnya. Dapat dilihat bahwa nilai atas hand phone tersebut menurun atau melemah 50 %, hanya satu hari sejak ia beli. Penjualan hand phone tersebut wajarnya 950 ribu rupiah. Ternyata kebutuhan juga bisa melemahkan atas nilai “goods”.

Tahun 2013, seorang petani desa yang masih hidup menjual tanah berupa sawah seharga 20 juta rupiah karena tahun 2012 tidak jadi kiamat. Menurut riwayatnya, sawah tersebut adalah warisan. Konon, sang pemberi waris membeli sawah tersebut seharga 5 juta rupiah dari tetangganya 20 tahun yang lalu. Gratis, tentu sang petani desa ini mendapatkan sawah tersebut. Karena keinginan dan memang sudah menjadi kebutuhan yang tertahan, maka dijualnya sawah tersebut. Dengan uang 20 juta rupiah ia beli sepeda motor seharga nilai sawah tersebut. Dua puluh tahun yang akan datang, manakah nilai “goods” yang akan melemah ? Dan sebaliknya, nilai “goods” mana yang akan menguat ? Tidak dapat diprediksi dengan tepat. Itu jawabnya. Hanya memberikan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Bisa jadi hilang, melemah atau menguat di antara atau kedua-duanya.

Oleh karena itu nilai “goods” tidak bisa diprediksi secara akurat untuk hal yang akan datang. Namun demikian nilai “goods” dapat diberikan penilaian dengan kadar kemungkinan-kemungkinan.

Share on Facebook

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. | TrackBack URI

Leave a comment

XHTML ( You can use these tags): <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> .

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

*


Sunflowers Theme by Pello Xabier Altadill Izura