Ajik Ajik
Web Blog Undip Web Blog Undip

Calendar

October 2018
M T W T F S S
« Jun    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Main

Categories:

Archives:


Links

Meta:


Ojek jaman semo-now dan jaman-now

October 9, 2018
Filed under: Cerita Bebas — ajiksujoko @ 9:31 am

Ojek memang cukup fenomenal…..Mengapa tidak ?

Ketika mencari ojek jaman semo-now, kita harus susah payah menuju tempat pangkalan ojek. Sebelum ada alat komunikasi seperti hand phone, pelanggan atau calon penumpang yang hendak pesan ke pak ojek, terkadang perlu bersusah payah mendodok pintu rumah pak ojek atau inden alias “jawa= kansenan” alias janjian. Misal pun tidak, ketika nasib lagi mujur disamperin oleh pak ojek. Pangkalan ojek identik dengan bapak-bapak atau anak muda dengan ciri khasnya…kaos oblong dengan celana jean sampai lutut, jaket gak pernah ganti dengan bau khas keringat, karena gak pernah dicuci.( ya maklumlah karena jaket kulit…)..bangunan semi permanen ala sederhana tempat duduk, dekat dengan warung kopi.

Pangkalan ojek di daerah perkotaan umumnya di daerah strategis. Misalnya di daerah stasiun, dekat terminal, gank masuk akses ke perkampungan. Sedangkan di daerah pedesaan umumnya di daerah akses utama jalan masuk ke desa.

Kalo sudah langganan gak perlu ber-negosiasi mengenai tarif alias ongkosnya. Gak bilang mau diantar mau kemana pun, pak ojek dengan percaya dirinya menarik gas “brompit” alias sepeda motor menuju kebiasaan di mana pelanggan diantar. Ciri khusus sepeda motor yang dipakai ojek jaman semo-now, pasti plat hitam, terkadang sering telat membayar pajak kendaraan, kaca spion terkadang dilepas. Bila driver alias si ojeknya anak muda biasanya pakai sepeda motor “protholan” alias di mutilasi sebagian bagian/onderdil kendaraannya. Diselingi canda dan guyonan, meskipun tanpa helm, pak ojek dan penumpangnya dengan santai naik diatas sepeda motor. Ciri khas yang berkembang ojek jaman semo-now, adanya keterikatan antar ojek dan tertibnya untuk mengantri mendapatkan penumpang di pangkalan. Hal ini ditunjukan adanya menjadi “member” alias anggota ojek dan sebuah papan tulis warna hitam yang bertuliskan angka-angka yang dipajang di pangkalan. Fungsinya untuk menginformasikan giliran ojek yang harus “menarik” alias mengantar penumpang. Tidak di daerah perkotaan, di daerah pedesaan juga demikian. Itulah interaksi pak ojek dengan pelanggan jaman semo-now.

Meskipun ojek jaman semo-now,cukup ala sederhana, setidaknya sudah membantu roda perekonomin para penumpang/pelanggan seperti “bakul” alias tukang sayur/klonthongan, pegawai negeri, pedagang maupun yang lainnya. Perkembangan ojek jaman semo-now tidak lepas dari peluang adanya keterbatasan transportasi, masih sedikitnya pemilik sepeda motor. Meskipun jaman-now cukup berubah dan membalikkan kondisi jaman semo-now, tapi beberapa ojek ala jaman semo-now masih ada yang eksis, meskipun sebagian besar sudah tergerus ojek jaman-now.

Ojek jaman-now dengan ciri khusus, driver beridentitas resmi dengan berpakaian ala jaket dari perusahaan ojek-online. Penumpang diberikan fasilitas helm dan pesan via handphone yang dapat diinstal aplikasi ojek online. Penumpang tidak perlu repot untuk bernegosiasi mengenai ongkos ojek..kalau pun bersedia tinggal memberikan “tip” bagi ojek. Untuk di wilayah tertentu atau pedesaan mungkin belum terjangkau untuk fasilitas ojek jaman-now. Wilayah perkotaan pun masih beberapa yang sudah terjangkau dengan aplikasi ojek online, meskipun dalam perkembangannya sudah mulai merambah di wilayah pinggiran kota. Fasilitas dan kemudahan yang ditawarkan ojek online memang cukup diakui sepanjang masih tersedia “paket data” untuk pesen via online dan jaringan alias sinyal internet yang bagus, meskipun beberapa driver ojek online bersedia dipesan meskipun dengan modus off-line. Memang tidak dipungkiri, dengan adanya ojek online jaman-now, banyak memberikan kemudahan alternatif bertransportasi, meskipun harus rela membeli paket data agar bisa pesan online.

Jika melihat dari gambaran ojek jaman semo-now dengan jaman-now tidak ada yang istimewa alias fenomenal banget..namun, perkembangan ojek yang berubah inilah yang cukup fenomenal. Jaman semo-now dengan keterbatasan transportasi, ojek jaman semo-now hadir. Jaman-now, dengan beragam transportasi, ojek jaman-now pun hadir, malah ikut andil dalam program kemacetan lalu lintas (meskipun tidak sepenuhnya benar).

Apa yang ditarik dari fenomenal ojek di atas…? setiap perkembangan akan diikuti dengan perubahan yang sepadan dengan perkembangan tersebut…cuman simpulan sementara..

Share on Facebook

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. | TrackBack URI

Leave a comment

XHTML ( You can use these tags): <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> .

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

*


Sunflowers Theme by Pello Xabier Altadill Izura