Ajik Ajik
Web Blog Undip Web Blog Undip

Calendar

July 2019
M T W T F S S
« Apr   Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Main

Categories:

Archives:


Links

Meta:


DENGAN SIAPA ANDA BERKONTRAK ?

July 2, 2019
Filed under: Pengadaan Barang/Jasa — ajiksujoko @ 12:10 pm

DENGAN SIAPA ANDA BERKONTRAK ?

Signing contracts is an essential process in the business of conventional commerce[1]. Seiring dengan perekembangan dalam praktik perdagangan, model konvensional sudah banyak beralih pada model elektronik, maka praktik penandatanganan kontrak secara elektronik sangat penting untuk transaksi e-commerce.

Seperti halnya dalam praktik kontrak di  pemerintah, kontrak yang ditandatangani para pihak masih konvensional, meskipun dalam proses pemilihan pihak pelaksana pekerjaan masih campuran konvensional dan elektronik. Hal ini dibutktikan proses pengumuman, pejelasam maupun pemasukan dokumen penawaran sudah secara elektronik melalui sistem. Namun demikian, ketika pembuktian kualifikasi/klarifikasi dan penandatanganan kontrak masih konvensional.

Kontrak di pemerintah cukup unik, ketimbang praktik berkontrak dalam sektor swasta, karena aspek hukum dan prosedur yang berbeda, selain tebalnya redaksi/isi yang tertuang dalam kontraknya. Kontrak di pemerintah tidak hanya melibatkan pihak swasta, namun terbuka juga dengan badan-badan usaha yang didirikan oleh pemerintah. Pola-pola kontrak yang ditemui dalam pemerintah cukup beragam, semisal kontrak pengadaan barang/jasa (PBJ), bentuk kemitraan. Increase in the number of mega-scale urban development projects that are undertaken in the context of public-private partnerships.[2]

Dalam praktik di pengadaan barang/jasa pemerintah (PBJ), cukup banyak ditemui permasalahan terkait kontrak antar pihak yang menandatangani kontrak. Permasalahan terkait kontrak antara lain, pemutusan kontrak/wanprestasi, perubahan kontrak, daftar hitam, uang muka dan pembayaran prestasi pekerjaan, saknsi, keadaan kahar/peristiwa kompensasi dan penyesuaian harga.[3] Terkait terhadap permasalahan tersebut, tentu para pihak perlunya memahami atau mengetahui pihak lawan yang melakukan kontrak. Melalui tulisan ini mencoba untuk membahas dengan siapa anda berkontrak. Tujuannya para pihak sedini mungkin setidaknya dapat mempersiapkan berbagai resiko ketika berkontrak.

Banyak hal yang biasa dipertimbangkan sebagai upaya mitigasi resiko ketika akan berkontrak bagi para pihak. Sebagai misal, pihak wakil pemerintah yang memiliki keleluasan dalam merancang kontrak. Pihak calon penyedia, ketika akan menawarakan melihat harga penawaran yang ditawarkan apakah dapat mencover biaya-biaya/pengeluaran sehingga akan memperoleh keuntungan. Mitigasi-mitigasi resiko itu bagus, namun dalam praktiknya, mitigasi akan diuji dalam pelaksanaan oleh pihak yang ada di lapangan/pelaksanaan. Misalnya, Sebaik-baik kontrak (minim kelemahan/celahnya), tidak berdaya ketika dihadapkan dengan penyedia yang sudah “lari” membawa uang muka yang sudah diterima.

Aspek-aspek teknis sangat diperlukan dalam berkontrak, seperti, pemahaman terhadap pekerjaan, mitigasi resiko, pengendalian kontrak. Namun demikian, aspek di luar teknis (soft skill) ada gunanya jika diketahui para pihak agar mendukung keberhasilan pelaksanaan kontrak. Memahami personal/individu/seseorang/ orang lain ketika berkontrak juga penting. Pemahaman mengenai personil/individu/orang lain seperti fisiognomi adalah ilmu firasat wajah atau ilmu membaca karakter seseorang lewat wajah[4]. Manfaat memperlajari rahasia wajah dengan fisiognomi adalah :[5]

  1. Dapat mengenal lebih baik diri sendiri.
  2. Lebih memahami secara mendalam kepribadian orang lain.
  3. Sangat menghargai makna kehidupan, persaudaraan, dan persahabatan.
  4. Dapat menganalisis bermacam watak dan sifat orang lain yang kita ajak bicara.
  5. Bisa berguna untuk memprediksi kejadian masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang.

Seni membaca wajah sudah dikenal sejak dulu, dari zaman Tiongkok kuno, Yunani Kuno, dan Romawi Kuno. Seni membaca wajah ini dikenal dengan nama fisiognomi. Seperti yang kerap ditemui di Indonesia yang memiliki berbagai macam suku, dengan melihat wajah terkadang kita sudah tahu atau paling tidak mereka itu berasal dari mana. Fisiognomi, pertama kali, disusun secara sistematis oleh Ariestoteles. Dia mempelajari dan menafsirkan berbagai sifat dan karakter manusia melalui berbagai bentuk wajah, warna rambut, anggota badan, dan suara. Di antara para filsuf klasik Latin yang melakukan praktik fisiognomi adalah Juvenal, Suetonius, dan Pliny the Elder.[6]

Salah satu panduan sederhana untuk mengenal karakter orang, adalah dengan melihat bentuk wajah dan raut wajahnya, siapa tahu ketika berkontrak para pihak bisa memahami pihak lain. Berikut bentuk wajah seseorang dan rahasianya menurut ilmu fisiognomi :[7]

  1. Bentuk wajah bulat

Bentuk wajah ini umumnya memiliki struktur tulang yang sangat kuat. Itu menunjukkan watak, aktivitas mental yang sangat kuat,  tahan terhadap penyakit dan rasa percaya diri yang tinggi. Hampir semua Kaisar Cina memiliki wajah bulat. Pemilik wajah ini  pada umumnya cerdas dan dapat beradaptasi dengan situasi macam apapun. Mereka dikaruniai otak jempolan. Meski cenderung  sedikit malas, tapi orang dengan bentuk wajah bulat umumnya panjang umur. Orang Timur mengatakan mereka seakan tidak terburu -buru untuk mati. Wajah bulat dengan leher panjang memiliki daya tahan terhadap penyakit. Dalam bercinta mereka jujur meski  terkadang keinginan erotik menjebloskan mereka dalam ketidaksetiaan.

  1. Bentuk wajah Berlian

Wajah berlian memiliki dahi yang sempit, tulang pipi yang menonjol dan berdagu lancip. Itu artinya mereka hangat dan  diberkahi kemauan kuat serta keberuntungan dalam karir. Sayangnya orang tipe ini cenderung egois dan kurang peduli pada  moral. Wajah berlian banyak dimiliki banyak artis panggung wanita terkenal dan prajurit pemberani.

Orang Cina merasa sangat beruntung jika meninggalkan rumah untuk keperluan bisnis, bertemu dengan wanita atau pria yang  memiliki wajah berlian. Jika wanita, mereka ditafsirkan bisnis akan sukses tapi nanti, dan pria, ditafsirkan bisnis akan  sukses tapi segera. Orang dengan bentuk wajah seperti ini umumnya juga beruntung dalam cinta. Dikenal mempunyai daya tahan  tubuh yang menakjubkan terhadap penyakit. Mereka juga ambisius tapi juga memiliki rasa humor yang baik.

Menurut penelitian, banyak pemilik wajah berlian tidak puas dengan masa kanak-kanak dan remajanya, dan hanya menemukan  kebahagiaan pada paruh kedua usia mereka. Sampai akhir hayat, mereka selalu ingat kesulitan-kesulitan yang pernah dihadapi  dan diatasi.

  1. Bentuk wajah persegi panjang

Wajah ini menunjukkan kreativitas, kepandaian dan penguasaan diri, tapi juga menunjukkan ketidaksetiaan. Orang Cina menyebut  bentuk wajah ini seperti pohon, karena mirip dengan batang pohon. Pemiliknya umumnya orang yang suka pada introspeksi diri  yang menakjubkan dan dapat mengendalikan perasaan untuk mengatasi hal atau masalah. Mereka juga kreatif dan beruntung dalam  hidup. Menurut imajinasi Cina, hal ini secara simbolik diwakili oleh pohon yang pada musim semi berdaun kembali. Banyak orang dari kalangan ini mencapai sukses namun sangat terikat pada pekerjaan yang dianggap nomor satu dalam hidup,  sehingga terkadang menjadi masalah di dalam kehidupan rumah tangga mereka.

  1. Bentuk wajah persegi

Pemilik wajah ini umumnya punya karakter stabil, jujur dan seimbang. Mereka adalah orang-orang yang biasa membuat kepuasan.  Bisa menikah lebih dari sekali dan pecinta yang berapi-api. Wajah persegi menandakan pribadi yang peka pada persoalan umum, rasa implusif dan terkadang keras kepala. Kalau pria, biasanya kukuh pada pendirian, mereka juga dikenal sebagai orang yang bergairah, hanya repotnya tidak setia dalam bercinta  karena mudah dirayu. Murah hati juga ciri yang paling nyata. Mereka selalu menjadi teman yang baik dan setia. Mereka selalu  menempatkan teman-temannya nomor satu dalam hidup, imbalannya meminta dari mereka kejujuran dan kepatuhan.

  1. Bentuk wajah rahang sempi berdagi lebar

Orang Cina menghubungkan wajah ini dengan unsur bumi, karena bentuknya yang bagus dan hanya berubah sedikit oleh usia. Mereka  cenderung agresif dan keras kepala. Kalau memutuskan mereka harus melihat hasilnya secepat mungkin. Mereka pun siap bertempur  sampai titik darah penghabisan demi tercapainya kehendak, terutama untuk kehidupan emosional mereka.  Kalau pria, sulit menjadi ayah yang sempurna karena tidak mampu bergaul dengan anak-anaknya dan cenderung  tidak mengikuti pertumbuhan anaknya.

  1. Bentuk wajah segitiga

Wajah ini mengungkapkan semangat yang tak kenal lelah, ditambah meluap, otak cerdas dan sensual. Mereka biasanya ambisius dan  cenderung menonjolkan diri. Banyak penggoda hebat dalam sejarah seperti Mary Tudor dan Elizabeth dari Austria termasuk  golongan ini, juga artis Merlene Dietrich, Pier Angeli dan Elizabeth Taylor. Umumnya tipe ini sering tidak bahagia dalam  kehidupan cinta.

Mereka cenderung meninggalkan keluarga untuk menuruti dorongan hati. Dalam beberapa kasus, konflik jiwa kerap mempengaruhi  perilaku mereka. Saat tertarik pada pengalaman baru dan terpesona oleh hubungan mesra pada lawan jenis, mereka dapat  menentang keputusan mereka untuk melakukan perjalanan, pindah kerja atau lari dari rutinitas keseharian yang dianggap sebagai pengganggu.

  1. Bentuk wajah dahi lebar dengan dagu persegi

Mereka umumnya memiliki daya hidup yang kuat, gigih, tapi sulit berpikir positif. Suka mencari perhatian dan meraih  keuntungan dari setiap kesempatan yang diberikan oleh hidup. Hidup mereka dipenuhi kegiatan dan penantian. Ramah, tapi sulit  dijadikan teman. Selalu tegang dan kurang spontanitas. Sangat hebat dalam bercinta, tapi mau enak sendiri. Karena itu mereka  tidak ragu-ragu memutuskan hubungan, jika dianggap mengganggu karir atau posisi sosial.

Punya perhatian besar pada prestasi fisik. Banyak penerjun dan pembalap punya wajah tipe ini. Karena tidak suka buang waktu  untuk tujuan sepele, akibatnya mereka sering tampak tidak tertarik pada sesuatu. Mereka umumnya dikaruniai umur panjang, seakan-akan mereka menjaga energi untuk tujuan-tujuan penting. Mereka pandai  berbicara, tenang namun bisa berubah keras kepala.

  1. Bentuk wajah dengan tonjolan tulang pipi

Mutu utama pemilik wajah dengan tulang pipi menonjol adalah watak yang kuat, tekun, energi mental serta kemampuan bangkit dari kejatuhan. Kesalahan mereka biasanya berasal dari diri sendiri. Orang dengan tipe wajah ini sering menjadi pemimpin,  namun kerap juga muncul di kalangan petualang-petualang yang kurang baik atau seperti penjahat dan mata-mata.

Mereka dikenal tidak stabil dan gelisah. Jika pria punya bentuk wajah seperti ini biasanya tidak mampu menjadi suami yang  setia dan dipercaya. Wanita pun begitu, tidak stabil dalam kehidupan cintanya, cenderung menguasai pasangan dan sangat senang  dirayu. Untuk hidup bahagia dengan mereka diperlukan kemampuan untuk mendukung kecenderungan mereka dan memberikan  pertimbangan.

Dengan membaca karakter seseorang, setidaknya dalam pelaksanaan di lapangan, bisa memahami sifat atau karakter aslinya, sehingga para pihak dapat melakukan strategi lanjut atau antisipasi. Sebagai misal, ketika seorang tenaga ahli suatu konsultan perencana yang sangat idealis, dan kaku, ketika menemukan perbedaan persepsi di lapangan dengan seorang site manager dari kontraktor di lapangan yang sama-sama idealis dan kaku, maka akan sulit mempertemukan titik pemecahan perbedaan permasalahan. Memang harus diakui, terkadang mengetahui lawan berkontrak ketika akan tanda tangan kontrak dalam PBJ, atau mungkin lebih parah, para pihak sama-sama tidak/belum mengetahui yang pihak lawan yang bertanda tangan kontrak secara fisik. Dalam praktiknya para pihak yang melakukan kontrak didukung berbagai tim (beberapa personil) dengan berbagai macam karaktersitik masing-masing. Sebagai misal dalam pekerjaan konstruksi, pihak pemerintah yang terdiri dari PPK dan beberapa tim/staff pendukung. Kontraktor pun demikian, terdiri dari Direktur maupun tim pelaksana.

Banyak permasalahan kontrak PBJ yang membutuhkan “juru damai”, baik itu melalui peradilan atau non peradilan. Dalam ilmu sosiologi, adanya interaksi sosial antar individu/sesorang  menghasilkan apa yang disebut proses sosial.[8] Proses sosial disebut asosiatif apabila proses itu mengindikasikan adanya “gerak pendekatan atau penyatuan”. Jika kebalikannya maka disebut proses sosial disosiatif.

Baik proses sosial asosiatif maupun disosiatif ditemukan dalam proses PBJ. Berikut proses sosial dalam proses tender :

  1. proses tender merupakan salah satu bentuk bentuk proses sosial disosiatif yang berbentuk “kompetisi” antar penyedia. Di dalam proses tender ini juga terdapat proses sosial asosiatif yang berbentuk “kooperasi”, dalam bentuk patungan (joint-venture) antar penyedia.
  2. Ketika masing-masing penyedia memberikan penawaran kepada pemerintah melalui system, disebut proses sosial asosiatif yang berbentuk “kooperasi”. Konkrit kooperasi ini tercermin dalam tawar-menawar dalam proses tender, yang merupakan bagian dari proses pencapaian kesepakatan untuk pertukaran barang atau jasa.
  3. Ketika muncul pemenang tender dan berkontrak, terjadi proses sosial asosiatif yang berbentuk “kooperasi”. Artinya kooperasi merupakan perwujudan minat dan perhatian para pihak untuk bekerja bersama-sama dalam suatu kesepahaman.
  4. Ketika muncul permasalahan dalam kontrak, dapat dimungkinkan terjadi proses sosial asosiatif maupun proses sosial disosiatif.
  5. Apabila dalam permasalahan kontrak ke arah tercapainya persepakatan sementara antara para pihak ini disebut proses sosial asosiatif dalam bentuk “akomodasi”.  Bentuk akomodasi ini dapat dalam berbagai bentuk antara lain; pemaksaan, kompromi, penggunaan jasa perantara (mediation), penggunaan jasa penengah (arbitrate),  peradilan (adjudication),  pertenggangan (toleration),
  6. Apabila dalam permasalahan kontrak ke arah persaingan antara para pihak ini disebut proses sosial disosiatif dalam bentuk “kompetisi”. Kompetisi dalam kontek sosiologi yang dihadapkan pada PBJ tidak hanya membahasa proses kompetisi para penyedia, namun juga kompetisi atau persaingan para pihak agar dapat menyalurkan, merealisasi keinginan-keinginan para pihak. Bisa jadi permasalahan kontrak mengarah pada proses sosial disosiatif dalam bentuk “konflik”. Banyak faktor yang menyebabkan konflik, diantaranya perbedaan pendirian dan keyakinan perorangan. Oleh karena itu memahami orang lain dengan fisiognomi sangat membantu karakteristik orang seperti apa.

Nah, seperti apakah yang akan anda ajak berkontrak ?

 

 

 

 

[1]     Josep-Lluis Ferrer-Gomila, A fair contract signing protocol with blockchain support, https://doi.org/10.1016/j.elerap.2019.100869

[2]     Yoon-jung Kim, Mack Joong Choi, Contracting-out public-private partnerships in mega-scale developments:The case of New Songdo City in Korea, https://doi.org/10.1016/j.cities.2017.07.021

[3]     Direktorat Penanganan Permasalahan Hukum, 7 Masalah Sengketa Kontrak, LKPP, Kegiatan Workshop Ahli Kontrak Tentang Tata Cara Penyusunan Rancangan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahun 2019 Batam, 28 Februari 2019 – 01 Maret 2019.

[4]     https://id.wikipedia.org/wiki/Fisiognomi

[5]     https://www.kaskus.co.id/thread/51516be0e374b41245000018/cara-membaca-karakter-seseorang-lewat-wajah-dengan-ilmu-fisiognomi/

[6]     http://buwananusantara.blogspot.com/2015/08/membaca-karakter-seseorang-dari-raut.html

[7]     Cara Membaca sifat Seseorang Dari bentuk Wajahnya Dengan Ilmu Fisiognomi, http://aspal-putih.blogspot.com/2012/06/cara-membaca-sifat-seseorang-dari.html.

[8]     J. Dwi Narwoko & Bagong Suyanto, Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan Edisi Kedua, Jakarta, Kencana, 2006, hal. 57.

 

Share on Facebook

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. | TrackBack URI

Leave a comment

XHTML ( You can use these tags): <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> .

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

*


Sunflowers Theme by Pello Xabier Altadill Izura